Kamis, 29 Desember 2011

Kiat Hidup Bahagia


KIAT-KIAT MERAIH HIDUPBAHAGIA DUNIA AKHIRAT
(Drs. Pasrum Affandi)

1.    BERIMAN DAN BERAMAL SHALIH DENGAN SEBENARNYA
[An-Nahl: 97]


مَنْ عَمِلَ صَٰلِحًۭا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌۭ فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةًۭ طَيِّبَةًۭ ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

 
97. Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik[839] dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

[839] Ditekankan dalam ayat ini bahwa laki-laki dan perempuan dalam Islam mendapat pahala yang sama dan bahwa amal saleh harus disertai iman.
1.    BERPRILAKU BAIK MELALUI UCAPAN, PERBUATAN, DAN SEGALA BENTUK AL-MA’RUF

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا۟ وَجَٰهَدُوا۟ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلصَّٰدِقُونَ
 
14. dan Barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.

2.    BERSIKAP ADIL DAN BIJAKSANA DALAM BERGAUL
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.


“Artinya : Janganlah seorang mu’min lelaki membenci seorang wanita mu’minah. Karena, kalaupun ia tidak menyenangi suatu karakter yang ada padanya, tentu ia menyenangi karakter lain yang ada padanya” [1]
(1)   Hadits Riwayat Muslim, Muslim bin Al-Hajjaj An-Naisaburi, Shahih Muslim, Kitab Ar-Radha bab Al-Washiyyah bin Nisa'
(2)    
3.    MERAIH DAN MELAKUKAN AL-FADHA’IL (TINDAK-TINDAK UTAMA)
Di antara sarana yang dapat membawa ketentraman adalah meraih dan melakukan al-fadha’il (tindak-tindak utama berupa apapun). Lakukan itu seirama dorongan batin, tanpa mengada-ada yang justeru membuat anda mengeluh dan turun tangga, gagal meraih keutamaan itu, karena anda telah melalui jalan yang berbelok.
4.    CIPTAKAN SUASANA JERNIH DAN MANIS DI BALIK KEKERUHAN
Di balik suasana-suasana kekeruhan, hendaknya anda dapat menciptakan suasana yang jernih dan manis. Dengan demikian, jernihnya kelezatan dan kenikmatan hidup ini akan bertambah dan suasana-suasana yang keruhpun akan sirna.
5.    JADIKANLAH KETENANGAN BATIN DAN PEMUSATAN JIWA SEBAGAI PEMBANTU ANDA MENANGANI PEKERJAAN PENTING.
Pusatkan perhatian anda kepada hal-hal yang bermanfaat, berbuatlah untuk merealisasikannya, dan janganlah menoleh ke hal-hal yang membahayakan atau merugikan, agar dengan itu anda dapat melupakan hal-hal yang menyebabkan kegundahan dan kesedihan. Jadikanlah ketenangan batin dan pemusatan jiwa sebagai pembantu anda untuk menangani pekerjaan-pekerjaan penting
6.    SELESAIKAN PEKERJAAN TEPAT WAKTU
Di antara hal yang bermanfaat ialah menyelesaikan pekerjaan yang sedang ditangani dan berkosentrasi menghadapi yang akan ditangani. Karena, jika pekerjaan itu tidak anda selesaikan, akan tertumpuklah di depan anda sisa pekerjaan yang lalu ditambah pekerjaan berikutnya, dan beban pun akan menjadi berat. Maka, jika anda tentukan segala sesuatu tepat waktu, niscaya anda dapat menghadapi hal-hal yang akan datang dengan pikiran yang optimal dan penanganan yang optimal p
7.    PANDAI-PANDAILAH MEMILIH DAN MEMILAH PEKERJAAN
Seyogiayanya anda memilih yang terpenting dari sekian pekerjaan yang bermanfaat, lalu yang berikutnya dan berikutnya, sesuai urutan nilai kepentingannya. Juga, hendaklah anda memilah mana yang dicenderungi dan sangat diminati oleh hati anda. Karena, hal sebaliknya akan membuahkan kebosanan, menurunnya semangat dan keruhnya pikiran. Jadikanlah pemikiran yang benar dan bermusyawarah sebagai penolong anda untuk itu. Maka, tidak akan menyesal seseorang yang meminta pendapat orang bijak.

Pelajarilah dengan cermat apa yang hendak anda lakukan. Jika anda telah yakin akan kemaslahatan dan bertekad kuat untuk melakukannya, bertawaqallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawaqal.
8.    JANGAN TERPANCING EMOSI OLEH TUTUR KATA BURUK SESEORANG YANG DIARAHKAN KEPADA ANDA
Diantara perkara yang bermanfaat adalah hendaknya anda mengerti, bahwa tindakan menyakiti yang dilakukan orang kepada anda, khususnya dengan kata-kata yang buruk, tidaklah membahayakan anda, bahkan justeru membahayakan diri mereka sendiri. Kecuali, jika anda sibukkan diri anda untuk terus memikirkan tindakan mereka yang menyakiti itu dan anda izinkan ia untuk menguasai perasaan dan emosi anda. Maka, saat itulah akan membahayakan anda, sebagaimana membahayakan mereka juga. Namun, jika anda anggap angin lalu, tidaklah hal itu membahayakan anda sedikitpun.

9.    ARAHKAN PIKIRAN KE SESUATU YANG BERMANFAAT DI SISI KEHIDUPAN RELIGI MAUPUN DUNIAWI.
Ketahuilah, bahwa hidup anda itu mengikuti alur pikiran anda. Jika pikiran-pikiran anda itu mengarah kepada hal-hal yang bermanfaat bagi anda di sisi kehidupan religi maupun duniawi, maka kehidupan anda adalah kehidupan yang indah lagi bahagia. Namun, jika tidak demikian, maka yang terjadi adalah sebaliknya
10. MENATA HATI UNTUK MENGHARAP PAHALA ILAHI DALAM BERBUAT KEBAJIKAN
Diantara sarana yang paling bermanfaat untuk mengusir kegundahan adalah hendaknya anda menata hati untuk tidak meminta ucapan terima kasih atau imbalan kecuali dari Allah. Jika anda berbuat baik untuk orang yang mempunyai atau yang tidak mempunyai hak atas diri anda, sadarilah bahwa itu adalah hubungan ‘ubudiyyah anda dengan Allah. Karenanya, janganlah anda menaruh perhatian anda pada balasan terima kasih orang yang anda beri suatu jasa atau pemberian itu. Sebagaimana firman Allah dalam menceritakan sikap para hambaNya yang pilihan.


“Artinya : Sesungguhnya kami memberi makan kepada kamu hanyalah karena mengharap wajah Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih” [Al-Insan : 9]


Prinsip ini lebih ditekankan dalam hubungan anda dengan keluarga, anak-anak dan orang-orang yang jalinan ikatan anda dengan mereka kuat. Maka, jika anda kuatkan hati anda untuk membuang jauh dari hati anda tindak buruk dari mereka, berarti anda telah membuat orang tenteram (tidak terganggu anda) dan sekaligus anda pun tenteram.
11. MASA BAHAGIA YANG PENDEK ITU, JANGANLAH ENGKAU PENDEKKAN LAGI DENGAN KEGUNDAHAN KELARUTAN DALAM KEKERUHAN PIKIRAN
Orang yang bijak mengetahui bahwa hidupnya yang sehat dan benar adalah hidup yang penuh dengan kebahagiaan dan ketentraman, dan bahwasanya itu pendek sekali. Maka, tidaklah sepatutnya ia memendekkannya lagi dengan kegundahan dan kelarutan bersama kekeruhan pikiran. Karena, hal itu bertentangan dengan hidup sehat dan benar. Maka orang yang bijak sangat menghemat hidupnya, jangan sampai hari-harinya hilang begitu saja dirampas kegundahan dan kekeruhan pikiran.


Dalam hal ini tidak ada bedanya antara orang-orang yang taat dan orang yang jahat. Hanya saja, dalam mewujudkan kehidupan sehat bahagia ini, orang mu’min memiliki nilai lebih dan perolehan lebih di sisi manfaat duniawi maupun ukhrawi.


12. YAKINLAH, BAHWA COBAAN ITU KECIL DIBANDING BESARNYA KARUNIA
Demikian halnya, jika ia tertimpa atau khawatir tertimpa cobaan atau hal yang tidak diinginkannya, seyogianya ia membandingkan ni’mat-ni’mat yang masih melekat padanya, baik di sisi kehidupan religi atau duniawi, dengan cobaan-cobaan yang menimpanya itu. Maka, saat membandingkan antara keduanya itu, akan nyata betapa banyaknya ni’mat yang dirasakannya dan betapa kecilnya cobaan yang menimpanya.

Begitu juga, seyogianya ia membandingkan bahaya yang dikhawatiri akan terjadinya itu dengan banyaknya peluang kemungkinan terhindar darinya. Maka, janganlah ia membiarkan kemungkinan yang lemah tadi mengalahkan banyaknya kemungkinan yang kuat itu. Dengan ini, akan sirnalah kegundahan dan kekhawatirannya. Hendaknya ia pun memperhitungkan kemungkinan terbesar yang dimungkinkan menimpanya. Lalu, ia kuatkan hatinya untuk menghadapinya kalaupun terjadi, dan berupaya untuk mencegah yang belum terjadi dan menangkis atau meringankan cobaan yang terjadi
13. MELUPAKAN COBAAN YANG TELAH LAMPAU
Diantara sarana penyebab lahirnya kegembiraan dan sirnanya berbagai kegundahan dan keruwetan adalah berupaya keras menyingkirkan penyebab kegundahan itu dan meraih berbagai sarana yang dapat membuahkan kegembiraan. Yaitu dengan melupakan cobaan-cobaan yang telah lampau yang tidak mungkin diputar ulang, dan menyadari bahwa kekalutan hati dan memikirkan hal itu adalah suatu tindakan sia-sia dan tidak dibenarkan oleh akal yang sehat, dan bahwasanya memikirkan hal yang semacam itu adalah suatu kebohongan dan kegilaan.

Jadi ia harus menekankan agar tidak memikirkan cobaan masa lalu itu. Juga agar ia menekankan hatinya agar tidak gelisah atau guncang menghadapi masa yang akan datang, yang dibayangkan akan menghadapi kemiskinan atau kekhawatiran atau bayang-bayang masa depan buruk yang lain. Hendaknya ia mengetahui, bahwa segala peristiwa dimasa mendatang, baik itu keberuntungan atau keburukan, harapan baik atau derita, adalah tidak dapat diketahui, dan bahwasanya itu semua di tangan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sedang ditangan hamba tiada lain adalah usaha meraih keberuntungan dan menangkis keburukan di masa mendatang itu. Disamping itu hendaknya seorang hamba mengetahui, jika ia memalingkan pikirannya dari bayang-bayang kegelisahan masa depan dan bertawaqal kepada Allah untuk membenahinya serta percaya penuh kepadaNya saat melakukan itu semua, niscaya hatinya akan tenteram, kondisinya akan membaik dan akan sirnalah kegundahan maupun keguncangannya itu.
14. MEMANDANG RINGAN SEGALA COBAAN
Diantara sarana yang paling bermanfaat untuk sirnanya keguncangan dan kegundahan manakala seorang hamba tertimpa aneka bencana adalah hendaknya ia berupaya memandang dan menjadikannya ringan. Yaitu, dengan mengandaikan atau membayangkan kemungkinan yang lebih buruk dari yang telah terjadi, dan ia kuatkan hatinya dalam menghadapinya. Jika ia lakukan itu, hendaknya ia berupaya, sejauh kemungkinanm untuk meringankan apa yang mungkin diringankan . Maka, dengan penguatan hati dan upaya yang bermanfaat semacam ini akan hilanglah kegelisahan dan kegundahannya, dan berganti menjadi upaya keras untuk meraih berbagai hal yang bermanfaat dan menangkis berbagai madharat yang menimpa hamba.

Lalu, jika ia terhampiri beberapa penyebab ketakutan, penyebab sakit, penyebab kemiskinan dan ketaktercapainya aneka hal yang disenanginya, hendaklah menghadapinya dengan tenang dan menguatkan hati dalam menanggung derita cobaan akan meringankannya dan menghilangkan tekanannya. Terutama jika ia menyibukkan dirinya untuk menangkis cobaan itu sebatas kemampuannya. Dengan itu, menyatulah dalam dirinya tekad mengukuhkan batin seiring berupaya yang bermanfaat, yang hal itu akan membuatnya tidak kalut oleh berbagai musibah. Ia tekan dirinya agar memperbaharui kekuatannya untuk melawan berbagai cobaan dan bencana, seiring bersandar dan percaya penuh kepada Allah. Tidak diragukan, bahwa upaya-upaya ini memiliki manfaat yang sangat agung untuk terwujudnya suatu kegembiraan dan kelapangan dada, di samping ia pun terus berharap pahala, baik didunia maupun di akhirat. Hal ini sudah dicoba dan disaksikan keberhasilannya. Bukti-bukti keberhasilannya bagi mereka yang telah mecobanya banyak sekali.
15. JANGAN MUDAH TERGUNCANG OLEH BAYANGAN BURUK
Di antara terapi yang paling hebat untuk penyakit syaraf hati, bahkan juga penyakit tubuh, adalah ketahanan dan kekuatan hati serta tidak mudah terguncang atau larut oleh bayang-bayang atau khayalan-khayalan buruk yang dipengaruhi oleh pikiran buruk. Karena, bila mana manusia takluk kepada khayalan-khayalan buruk dan hatinya mudah larut oleh pengaruh-pengaruh emosional yang berupa : rasa takut akan teridapnya penyakit atau semacamnya, mudah marah ataupun terganggunya pikiran oleh hal-hal yang memedihkan perasaaannya, dan membayangkan akan terjadinya bencana ataupun akan hilangnya segala yang disenanginya, kegundahan, penyakit dalam maupun luar dan rusaknya syaraf, yang hal itu mempunyai berbagai efek buruk, yang semua orang menyaksikan sendiri bahayanya yang banyak

16. MEMOHON PEMBENAHAN ILAHI DALAM SEGALA URUSAN
Hal yang paling bermanfaat dalam meniti peristiwa di masa mendatang adalah mengamalkan do’a yang diamalkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Ya Allah, Perbaikilah kehidupan religiku, yang ia adalah benteng bagi segala urusanku. Perbaikai urusan duniawiku yang padanya kehidupanku. Perbaikilah akhiratku, yang kepadanya tempatku kembali. Jadikanlah hidup ini sebagai lahan uapayaku menambah segala kebajikan, dan jadikanlah mati sebagai titik henti bagiku dari segala keburukan” [Muslim, Shahih Muslim, Kitab Adz-Dzikr Wad-Du’a wat-Taubah wal Istighfar, bab At-Ta’awwudz min Syarri Ma’ Amila wa Min Syarri Malam Ya’mal]

Juga do’a beliau.

“Artinya : Ya Allah, hanya RahmatMu jualah yang kuharap. Karenanya titipkan diriku pada diriku walaupun sekejap mata, perbaikilah keadaanku seluruhnya Tiada Tuhan Yang Haq disembah kecuali Engkau” [Hadits Riwayat Abu Dawud dengan sanad Shahih] [1]

Jika bibir seorang hamba mengucapkan do’a ini –yang mengandung kebaikan masa depan bagi nilai religinya maupun urusan duniawinya- dengan hati yang memusat dan niat yang benar, seiring berupaya merealisasikan hal itu dengan berbuat, niscaya Allah akan mewujudkan apa yang ia panjatkan dalam do’anya dan yang ia harapkan serta yang ia upayakan itu menjadi realita, dan kegelisahannya pun akan berubah menjadi kegembiraan dan kesukacitaan
17. MEMPERBANYAK DZIKIR KEPADA ALLAH
Diantara sarana yang paling besar untuk kelapangan hati ialah memperbanyak berdzikir kepada Allah. Berdzikir ini memiliki pengaruh yang mengagumkan bagi kelapangan dan ketentraman hati dan hilangnya kegelisahan dan kegundahan. Allah berfirman.

“Artinya : Ingatlah, hanya dengan berdzikir kepada Allah, hati menjadi tenteram’ [Ar-Ra’d : 28]

Maka, berdizikir kepada Allah memiliki pengaruh yang agung untuk mewujudkan maksud ini, oleh sebab keistimewaan dzikir itu sendiri dan oleh sebab dianugrahkannya balasan dan pahala bagi seorang hamba lantaran dzikirnya itu
18. MENSYUKURI BERBAGAI NI’MAT ALLAH
Begitu juga, menyebut-nyebut aneka ni’mat Allah yang zhahir maupun yang bathin adalah diantara sarana menuju kelapangan dan ketentraman hati. Karena, mengetahui dan menyebut-nyebut ni’mat itu menjadi salah satu sebab yang dengan itu Allah menangkis kegelisahan dan kegundahan.

Seorang hamba dianjurkan untuk bersyukur. Syukur itu adalah tingkatan yang paling tingggi dan paling luhur. Sampai-sampai sekalipun hamba itu dalam keadaan mengalami derita kefakiran atau sakit ataupun cobaan lainnya, karena, jika ni’mat-ni’mat Allah yang telah dikaruniakan kepadanya –yang hal itu tidak dapat dihitung- ia bandingkan dengan cobaan yang menimpanya, maka cobaan itu bukanlah apa-apa dibanding ni’mat-ni’mat lain.

Bahkan jika Allah menguji seorang hamba dengan satu cobaan atau musibah, lalu ia menunaikan kewajiban bersabar, ridha dan pasrah dalam mengarungi cobaan itu, niscaya entenglah tekanan cobaan itu dan ringanlah bebannya. Disamping itu, perenungan seorang hamba pada balasan dan pahala Ilahi dibalik cobaan itu dan keberhambaannya kepada Allah dengan melaksanakan kewajiban bersabar dan ridha, semua itu akan dapat mengubah hal yang pahit menjadi manis. Dengan itu, manisnya pahala di balik cobaan itu justeru akan membuatnya melupakan pahitnya bersabar karenanya.

19.  MENYIBUKKAN DIRI DENGAN MELAKUKAN SUATU PEKERJAAN ATAU MENGKAJI SUATU ILMU YANG BERMANFAAT
Diantara sarana untuk menangkis kegelisahan yang ditimbulkan oleh ketegangan saraf dan kekalutan hati karena beberapa hal yang mengeruhkan pikiran adalah : Menyibukkan diri dengan melakukan suatu perkejaan atau mengkaji suatu ilmu yang bermanfaat.

Hal ini dapat membuat hati melupakan kekalutan dengan melupakan hal-hal yang mengguncangkannya itu. Bisa jadi ia, karenanya, dapat melupakan beberapa penyebab yang telah membuatnya gundah dan sedih. Dengan demikian jiwanya senang dan kesemangatannya tumbuh dan bertambah. Sarana ini pun bagi mu’min dan selain mu’min adalah sama. Hanya saja, orang mum’min berbeda dan unggul karena iman, keikhlasan dan keberharapannya kepada pahala Ilahi melalui ilmu yang dipelajari dan diajarkannya dan melalui perbuatan baik yang dikerjakannya. Jika perkerjaan itu berupa ibadah, maka ia melakukannya dengan semestinya sebagai ibadah. Jika pekerjaan itu berupa kesibukan kerja dalam urusan duniawi atau aktivitas keseharian yang bersifat duniawi, maka ia sisipkan pada pekerjaan itu niat yang benar dan tujuan agar pekerjaan itu menjadi penolong baginya untuk melakukan ketaatan kepada Allah. Hal ini memiliki pengaruh yang efektif untuk menangkis kegundahan, kesedihan dan kesusahan.

Berapa banyak orang yang terkena keguncangan dan kekalutan batin, lalu terjangkiti berbagai penyakit. Ternyata terapinya yang manjur adalah ‘melupakan penyebab yang membuat jiwanya kalut dan guncang, dan menyibukkan diri dengan suatu pekerjaan dari berbagai tugasnya’. Seyogianya kesibukan yang ditanganinya itu adalah hal-hal yang disenangi dan digandrungi jiwa. Karena, hal itu lebih mengacu untuk terwujudnya tujuan yang bermanfaat itu. Wallahu A’lam.

20. PANDANGLAH KEBAWAH, ANDA AKAN MELIHAT BESARNYA NI’MAT ALLAH
Di antara sarana yang paling bermanfaat dalam hal ini adalah menerapkan yang dibimbingkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di dalam hadits shahih, beliau bersabda.

“Artinya : Pandanglah orang yang lebih bawah darimu (dalam hal materi), dan jangan kamu pandang orang yang lebih atas darimu. Hal itu lebih cocok bagimu, agar kamu tidak merendahkan ni’mat Allah yang dikaruniakanNya kepadamu”.

Seorang hamba jika memusatkan perhatiannya pada ajaran nabawi yang agung ini, maka ia akan melihat dirinya mengungguli orang banyak dalam hal kesejahteraan dan rezki serta rentetan kenikmatan lain berkat kedua karunia itu, meski ia dalam kondisi apapun. Dengan itu sirnalah keguncangan, kegundahan dan keruwetannya, dan bertambahlan kegembiraan dan kesukaannya terhadap ni’mat-ni’mat Allah, yang ia dalam hal ini mengungguli orang-orang yang lain dibawahnya.

Setiap kali seorang hamba merenungi ni’mat-ni’mat Allah yang zhahir maupun yang batin, baik itu dari sisi kehidupan religi maupun duniawinya, ia akan melihat Allah Tuhannya telah mengarunianinya karunia yang banyak dan telah menangkis untuknya berbagai keburukan. Tidak diragukan, bahwa hal itu dapat menangkis kegundahan dan keruwetan, disamping membuahkan kegembiraan dan kesukacitaan.

21. PERCAYA PENUH KEPADA ALLAH, TIDAK TAKLUK KEPADA BAYANGAN BURUK
Jika hati seseorang bersandar dan bertawaqal kepada Allah, tidak takluk kepada bayang-bayang buruk dan tidak pula dikuasai oleh khayalan-khayalan buruk, sedang ia percaya penuh kepada Allah dan mendambakan karuniaNya, maka dengan itu segala kegelisahan dan kegundahan akan tertangkis, sejumlah penyakit luar maupun dalam akan hilang darinya, dan akan tercipta di hatinya kekuatan, kelapangan dan kegembiraan yang tak mungkin terungkapkan olah kata.

Berapa banyak rumah sakit dipenuhi oleh penderita akibat bayang-bayang dan khayalan-khayalan rusak. Berapa banyak hal ini meninggalkan efek buruk di hati kebanyakan orang yang kuat, lebih-lebih yang lemah. Berapa banyak ia mengakibatkan kedunguan dan sakit jiwa.

Orang yang sejahtera lahir dan batin adalah orang yang dapat disejahterakan dan dikarunia taufiq oleh Allah untuk dapat menekan jiwanya dalam rangka meraih sarana-sarana yang bermanfaat lagi mampu mengukuhkan hatinya dan mengusir keguncangan.

Allah berfirman.

“Artinya : Barangsiapa yang bertawaqal kepada Allah, niscaya Allah yang mencukupinya” [Ath-Thalaq : 3]

Yakni mencukupi segala yang dibutuhkannya baik dalam kehidupan religinya ataupun urusan duniawinya.

Maka orang yang bertawaqal kepada Allah, ia berhati kuat, tidak terpengaruh oleh bayang-bayang buruk dan tidak pula terguncang oleh peristiwa-peristiwa pahit. Karena, ia mengetahui bahwa yang demikian itu adalah tanda kelemahan jiwa dan kekalahan serta ketakutan yang tidak ada wujudnya yang nyata. Ia mengetahui, di samping itu, bahwa Allah telah menjamin orang yang bertawaqal kepadaNya untuk dicukupiNya dengan sempurna. Maka, iapun percaya penuh kepada Allah, tenteram dan yakin dengan janjiNya. Dengan itu, sirnalah kegelisahan dan keguncangannya. Kesulitan yang dihadapinya berganti menjadi kemudahan, kesedihan berganti menjadi kegembiraan, dan rasa takut serta kekhawatirannya berganti menjadi rasa aman dan tenteram. Kita memohon kepada Allah, semoga Dia mengaruniai kita kesejahteraan, kekuatan dan keteguhan hati, dengan lantaran tawaqal sepenuhnya kepadaNya, yang dengan itu Allah menjamin bagi orang-orang yang bertawaqal segala kebaikan dan menangkis segala cobaan maupun marabahaya.


Minggu, 13 November 2011

PEMETAAN SK, KD



PEMETAAN SK, KD DAN ASPEK
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)


Sekolah                     : SMA Muhamammadiyah 1 Pekajangan
Mata Pelajaran        : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester    : X / 1
Tahun Ajaran          : 20 11 / 20 12
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
Aspek
Ket
Penguasaan Konsep dan Nilai-nilai
Penerapan
Al-Qur’an
1.    Memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang manusia dan tugasnya sebagai khalifah di bumi
1.1  Membaca  Q.S. Al Baqarah: 30, Al-Mukminum: 12-14, Az-Zariyat: 56 dan An Nahl : 78
§ Mampu membaca Q.S Al-Baqarah; 30, Q.S. Al-Mukminun: 12-14; 56. Q.S. AzZariyat: 56, dan An Nahl: 78 dengan baik dan benar.
§ Mampu mengidentifikasi yajwid Q.S Al-Baqarah; 30, Q.S. Al-Mukminun: 12-14; 56. Q.S. AzZariyat: 56, dan An Nahl: 78




1.2  Menyebut-kan arti  Q.S. Al Baqarah: 30, Al-Mukminun: 12-14, Az-Zariyat: 56 dan An Nahl: 78
§ Mampu mengartikan per-kata Q.S.  Al-Mukminun: 12-14, Az-Zariyat; 56. dan An Nahl: 78 dengan benar
§ Mampu mengartikan per-ayat Q.S.  Al-Mukminun: 12-14, Az-Zariyat; 56. dan An Nahl: 78
§ Mampu menterjemahkan Q.S.  Al-Mukminun: 12-14, Az-Zariyat; 56. dan An Nahl: 78




1.3  Menampil-kan perilaku sebagai khalifah di bumi seperti terkandung dalam Q.S. Al- Baqarah: 30, Al-Mukminun: 12-14, Az-Zariyat: 56 dan An Nahl; 78
§ Mampu mengidentifikasi perilaku khalifah dalam Q.S. Al-Baqarah;30, Al Mukminun;12-14, Az Zariyah;56, dan An Nahl;78
§ Mampu mempraktikkan perilaku khalifah sesuai dengan Q.S. Al-Baqarah;30, Al Mukminun;12-14, Az Zariyah;56, dan An Nahl;78
§ Mampu menunjukkan perilaku khalifah dalam kehidupan.



Al-Qur’an
2.    Memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang keikhlasan dalam beribadah
2.1  Membaca  Q.S. Al An’am: 162-163 dan Al-Bayyinah: 5

§ Mampu membaca Q.S Al-An’am: 162-163 dengan baik dan benar
§ Mampu mengidentifikasi yajwid Q.S Al-An’am: 162-163





2.2  Menyebut-kan arti  Q.S. Al An’am: 162-163 dan Al-Bayyinah: 5
§ Mampu mengartikan per-kata Q.S Al-An’am: 162-163
§ Mampu mengartikan per-ayat Q.S Al-An’am: 162-163
§ Mampu menterjemahkan Q.S Al-An’am: 162-163




2.3  Menampil-kan perilaku ikhlas dalam beribadah seperti terkandung dalam   Q.S. Al An’am: 162-163 dan Al-Bayyinah: 5
§ Mampu mengidentifikasi perilaku ikhlas dalam beribadah sesuai dengan Q.S Al-An’am: 162-163
§ Mampu mempraktikkan perilaku ikhlas dalam beribadah sesuai dengan Q.S Al-An’am: 162-163
§ Mampu menerapkan perilaku ikhlas dalam beribadah sesuai dengtan Q.S Al-An’am: 162-163



Akidah
3.    Mening-katkan keimanan kepada Allah melalui pemahaman sifat-sifat-Nya dalam Asmaul Husna
3.1 Menyebut-kan 10 sifat Allah  dalam Asmaul  Husna
§ Mampu  menyebutkan arti  sifat Allah.
§ Mampu menyebutkan arti 10 sifat Allah dalam Asmaul Husna





3.2 Menjelaskan arti  10 sifat Allah dalam Asmaul  Husna
§ Mampu menjelaskan arti 10 sifat Allah dalam Asmaul Husna.
§ Mampu  menjabarkan 10 sifat Allah ke dalam sifat manusia




3.3 Menampil-kan perilaku yang mencerminkan keimanan terhadap 10 sifat Allah dalam Asmaul  Husna

§ Mampu mempraktikkan sifat-sifat Allah yang sepatutnya bagi manusia dalam kehidupan sehari-hari.
§ Mampu menerapkan perilaku yang mencerminkan penghayatan terhadap 10 sifat Allah dalam Asmaul Husna



Akidah
4.    Membias-akan perilaku terpuji
4.1 Menyebut-kan pengertian perilaku  husnuzhan
§ Mampu menyebutkan pengertian husnuzhan terhadap Allah
§ Mampu menyebutkan pengertian husnuzhan terhadap diri sendiri.
§ Mampu menyebutkan pengertian husnuzhan terhadap sesama manusia.





4.2 Menyebut-kan contoh-contoh  perilaku husnuzhan terhadap Allah, diri sendiri dan sesama manusia
§ Mampu menyebutkan contoh husnuzhan terhadap Allah
§ Mampu menyebutkan contoh husnuzhan terhadap diri sendiri.
§ Mampu menyebutkan contoh husnuzhan terhadap sesama manusia.





4.3 Membiasa-kan perilaku husnuzhan dalam kehidupan sehari-hari
§ Menunjukkan sikap husnu zhan terhadap Allah
§ Menunjukkan sikap husnu zhan terhadap diri sendiri.
§ Menunjukkan sikap husnu zhan terhadap sesama manusia.




Fikih
5.    Memahami sumber hukum Islam, hukum taklifi, dan hikmah ibadah
5.1  Menyebut-kan pengertian, kedudukan dan fungsi Al-Qur’an, Al Hadits, dan Ijtihad sebagai sumber hukum Islam
§ Mampu menyebutkan pengertian Al-Qur’an, Al-Hadits, dan Ijtihad sebagai sumber hukum Islam
§ Mampu menjelaskan kedudukan Al-Qur’an, Al-Hadits, dan Ijtihad sebagai sumber hukum Islam
§ Mampu menjelaskan fungsi Al-Qur’an, Al-Hadits, dan Ijtihad sebagai sumber hukum Islam.
§ Mampu menjelaskan fungsi Al-Hadits terhadap Al-Qur’an.
§ Mampu menjelaskan macam-macam Al-Hadits.




5.2  Menjelaskan pengertian,  kedudukan, dan fungsi hukum taklifi dalam hukum Islam
§ Menjelaskan pengerti hukum taklifi dalam hukum Islam
§ Menjelaskan kedudukan hukum taklifi dalam hukum Islam
§ Menjelaskan fungsi hukum taklifi dalam hukum Islam.




5.3  Menerapkan hukum taklifi dalam kehidupan sehari-hari
§ Mampu menunjukkan contoh-contoh perilaku sesuai hukum taklifi.
§ Mampu mempraktikkan contoh-contoh perilaku yang sesuai dengan hukum taklifi.
§ Mampu menerapkan perilaku yang sesuai dengan hukum taklifi




Tarikh dan Kebudayaan Islam
6.    Memahami keteladanan Rasulullah dalam membina umat periode Makkah
6.1  Mencerita-kan  sejarah dakwah Rasulullah SAW periode Mekkah
§ Mampu menjelaskan sejarah dakwah Rasulullah pada periode Makkah.
§ Mampu menunjukkan profil dakwah Rasulullah SAW pada periode makkah.
§ Mampu menjelaskan pengaruh dakwah Rasulullah SAW terhadap umat.




6.2  Mendeskrip-sikan substansi dan strategi dakwah Rasulullah SAW periode Makkah

§ Mampu menjelaskan substansi dakwah Rasulullah periode Makkah.
§ Menjelaskan strategi dakwah Rasulullah periode Makkah.



Jumlah





Mengetahui
Kepala Sekolah



Drs. Akhsanudin AS
NIP: 1961 1002 198703 1 003

Pekalongan , 5 Juli 2011
Guru Bidang Studi



Drs.  Pasrum Affandi
NIP/NIK: 1115 6790 668 216



 


PEMETAAN SK, KD DAN ASPEK
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)


Sekolah                     : SMA Muhamammadiyah 1 Pekajangan
Mata Pelajaran        : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester    : X / 2
Tahun Ajaran          : 20 .....  / 20 .....

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
Aspek
Ket
Penguasaan Konsep dan Nilai-nilai
Penerapan
Al-Qur’an
7.    Memahami ayat-ayat   Al-Qur’an tentang Demokrasi
7.1  Membaca Q.S. Ali Imran: 159 dan Q.S. Asy Syura: 38
§ Mampu membaca Q.S. Ali Imran : 159 dan Asy-Syura : 38 dengan baik dan benar.
§ Mampu mengidentifikasi Q.S. Ali Imran : 159 dan Asy-Syura : 38 dengan baik dan benar.





7.2       Menyebut-kan arti Q.S. Ali Imran 159: dan Q.S. Asy Syura: 38
§ Mampu menyebutkan arti Q.S. Ali Imran: 159 dan Asy-Syura: 38
§ Mampu menyimpulkan kandungan isi Q.S. Ali Imran: 159 dan Asy-Syura: 38
§ Mampu mengidentifikasi ciri-ciri orang yang bersifat demokratis.




7.3       Menampil-kan perilaku hidup demokratis seperti terkandung dalam Q.S. Ali Imran;159, dan Q.S. Asy Syura: 38 dalam kehidupan sehari-hari

§ Mampu menunjukkan perilaku yang demokratis seperti yang terkandung Ali Imran;159
§ Mampu menunjukkan perilaku yang demokratis seperti yang terkandung dalam Q.S. Asyura; 38



Akidah
8.    Mening-katkan keimanan kepada Malaikat
8.1 Menjelaskan tanda-tanda beriman kepada Malaikat

§ Mampu menjelaskan pengertian beriman kepada Malaikat
§ Mampu menjelaskan tanda-tanda beriman kepada Malaikat.





8.2  Menampil-kan contoh-contoh perilaku beriman kepada Malaikat

§ Menjelaskan contoh-contoh perilaku  beriman kepada Malaikat
§ Mampu menampilkan contoh-contoh perilaku beriman kepada malaikat.




8.3  Menampil-kan perilaku sebagai cerminan beriman kepada Malaikat dalam kehidupan sehari-hari

§ Mampu menampilkan perilaku mulia sebagai cerminan iman kepada malaikat.
§ Membedakan orang yang beriman dan tidak beriman kepada Malaikat



Akhlak
9.    Membia-sakan perilaku terpuji
9.1  Menjelaskan pengertian adab dalam berpakaian, berhias, perjalanan, bertamu dan atau menerima tamu.

§ Menjelaskan pengertian adab dalam berpakaian.
§ Menjelaskan pengertian adab dalam berhias
§ Menjelaskan pengertian adab dalam perjalanan.
§ Menjelaskan pengertian adab dalam bertamu dan menerima tamu





9.2  Menampil-kan contoh-contoh adab dalam berpakaian, berhias, perjalanan, bertamu atau menerima tamu.

§ Mampu menunjuk-kan contoh adab dalam berpakaian.
§ Mampu menunjuk-kan contoh adab dalam berhias.
§ Mampu menunjuk-kan contoh adab dalam perjalanan
§ Mampu menunjuk-kan adab dalam bertamu dan menerima tamu.




9.3  Mempraktik-kan adab dalam berpakaian, berhias, perjalanan, bertamu dan atau menerima tamu dalam kehidupan sehari-hari

§ Mampu memprak-tikkan perilaku yg baik dan benar dalam berpakaian
§ Mampu memprak-tikkan perilaku yg baik dan benar dalam berhias
§ Mampu memprak-tikkan perilaku yg baik dan benar dalam perjalanan
§ Mampu memprak-tikkan perilaku yg baik dan benar dalam bertamu dan menerima tamu.



Akhlak
10. Menghin-dari Perilaku Tercela
10.1 Menjelaskan pengertian  hasad, riya, aniaya dan diskriminasi

§ Mampu menjelaskan pengertian hasad
§ Mampu menjelaskan pengertian riya.
§ Menjelaskan pengertian riya.
§ Menjelaskan pengertian diskriminasi





10.2     Menyebut-kan contoh perilaku  hasad, riya, aniaya dan diskriminasi.

§ Mampu menyebutkan contoh perilaku hasad
§ Mampu menyebutkan contoh perilaku riya
§ Mampu menyebutkan contoh perilaku aniaya
§ Mampu menyebutkan contoh perilaku diskriminasi




10.3 Menghindari perilaku hasad, riya, aniaya dan diskriminasi dalam kehidupan sehari-hari.

§ Mampu menghindari perilaku hasad.
§ Mampu menghindari perilaku riya.
§ Mampu menghindari perilaku aniaya.
§ Mampu menghindari perilaku diskriminasi.




Fikih
11. Memahami hukum Islam tentang zakat, haji dan wakaf
11.1     Menjelas-kan   perundang-undangan tentang pengelolaan zakat, haji dan wakaf

§ Menjelaskan perundang-undangan tentang pengelolaan zakat.
§ Menjelaskan perundang-undangan tentang pengelolaan haji.
§ Menjelaskan perundang-undangan tentang pengelolaan wakaf.





11.2     Menyebut-kan contoh-contoh pengelolaan zakat, haji dan wakaf

§ Mampu menyebutkan contoh pengelolaan zakat
§ Mampu menyebutkan contoh pengelolaan haji
§ Mampu menyebutkan contoh pengelolaan wakaf




11.3     Menerapkan ketentuan perundang-undangan tentang pengelolaan zakat, haji dan waqaf.

§ Mampu menerap-kan ketentuan perundang-undangan tentang zakat
§ Mampu menerap-kan ketentuan perundang-undangan tentang haji.
§ Mampu menerap-kan ketentuan perundang-undangan tentang wakaf.



Tarikh dan Kebudayaan Islam
12. Memahami keteladanan Rasulullah SAW dalam membina umat periode Madinah
12.1 Mencerita-kan sejarah dakwah Rasulullah periode Madinah

§ Mampu menjelaskan sejarah dakwah Rasulullah pada periode Madinah.
§ Mampu menunjukkan profil dakwah Rasulullah SAW pada periode Madinah.





12.2     Mendeskrip-sikan strategi dakwah  Rasulullah SAW periode Madinah

§ Menjelaskan strategi dakwah Rasulullah periode Madinah.
§ Mampu meneladani strategi dakwah Rasulullah periode Madinah.



Jumlah








Mengetahui
Kepala Sekolah



Drs. Akhsanudin AS
NIP: 1961 1002 198703 1 003

Pekalongan , 5 Juli 2011
Guru Bidang Studi



Drs.  Pasrum Affandi
NIP/NIK: 1115 6790 668 216


 

PEMETAAN SK, KD DAN ASPEK
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)


Sekolah                     : SMA Muhamammadiyah 1 Pekajangan
Mata Pelajaran        : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester    : XI / 1
Tahun Ajaran          : 20 .....  / 20 .....

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
Aspek
Ket
Penguasaan Konsep dan Nilai-nilai
Penerapan
Al-Qur’an
1.    Memahami ayat-ayat   Al-Qur’an tentang kompetisi dalam kebaikan
1.1  Membaca  Q.S. Al Baqarah: 148 dan Q.S. Al-Fatir: 32

§ Mampu membaca Q.S. Al Baqarah: 148 dan Al Fatir: 32 dengan baik dan benar
§ Mampu mengidentifikasi tajwid Q.S. Al Baqarah: 148 dan Al Fatir: 32 dengan baik dan benar





1.2  Menjelaskan arti Q.S. Al Baqarah: 148 dan Q.S. Al-Fatir: 32

§ Mampu mengartikan per-kata Q.S Al Baqarah: 148 dan Al Fatir: 32 dengan baik dan benar.
§ Mampu mengartikan per-ayat Q.S. Al Baqarah: 148 dan Al Fatir: 32 dengan  baik dan benar
§ Mampu menterjemah Q.S. Al Baqarah: 148 dan Al Fatir: 32




1.3  Menampilkan perilaku berkompetisi dalam kebaikan seperti terkandung dalam Q.S. Al Baqarah: 148 dan Q.S. Al-Fatir: 32

§ Mampu mengidentifikasi perilaku berkompetisi dalam kebaikan sesuai dengan Q.S. Al Baqarah: 148 dan Al Fatir: 32
§ Mampu mempraktikkan perilaku berkompetisi dalam kebaikan seperti yang terkandung dalam Q.S. Al Baqarah: 148 dan Al Fatir: 32.
§ Mampu menunjukkan perilaku berkompetisi dalam kebaikan seperti yang terkandung dalam Q.S. Al Baqarah: 148 dan Al Fatir: 32.




Al-Qur’an
2.    Memahami ayat-ayat  Al-Qur’an tentang perintah menyantuni kaum dhuafa
2.1 Membaca  Q.S. Al Isra:  26–27 dan Q.S. Al-Baqarah: 177

§ Mampu membaca  Q.S. Al Isra : 26-27 dan Al Baqarah : 177 dengan baik dan benar
§ Mampu mengidentifikasi tajwid Q.S. Al Isra : 26-27 dan Al Baqarah : 177




2.2  Menjelaskan arti  Q.S. Al-Isra: 26-27 dan  Q.S. Al Baqarah: 177

§ Mampu mengartikan per-kata Q.S. Al Isra : 26-27 dan Al Baqarah : 177
§ Mampu mengartikan per-ayat Q.S. Al Isra : 26-27 dan Al Baqarah : 177
§ Mampu mendiskusikan terjemah  Q.S. Al Isra : 26-27 dan Al Baqarah : 177




2.3  Menampil-kan perilaku menyantuni kaum du’afa seperti terkandung dalam  Q.S. Al-Isra: 26-27 dan  Q.S. Al Baqarah: 177

§ Mampu mengidentifikasi perilaku menyantuni kaum dhu’afa seperti yang terkandung dalam Q.S. Al Isra : 26-27 dan Al Baqarah : 177
§ Mampu mempraktikkan perilaku menyantuni kaum dhu’afa  seperti yang terkandung dalam Q.S. Al Isra : 26-27 dan Al Baqarah : 177
§ Mampu menunjukkan perilaku menyantuni kaum dh’afa  seperti yang terkandung dalam Q.S. Al Isra : 26-27 dan Al Baqarah : 177



Akidah
3.    Mening-katkan keimanan  kepada Rasul-rasul Allah
3.1  Menjelaskan tanda-tanda beriman kepada Rasul-rasul Allah

§ Mampu menjelaskan tanda beriman kepada Rasul-rasul Allah.
§ Mampu mengidentifikasi tanda-tanda beriman kepada rasul-rasul Allah.




3.2  Menunjukkan contoh-contoh perilaku beriman kepada Rasul-rasul Allah

§ Mampu menjelaskan contoh-contoh perilaku beriman kepada Rasul-rasul Allah.
§ Mampu mengidentifikasi contoh-contoh beriman kepada Rasul-rasul Allah.




3.3. Menampilkan perilaku yang mencerminkan  keimanan kepada Rasul-rasul Allah dalam kehidupan sehari-hari

§ Mampu menunjukkan perilaku yang mencerminkan beriman kepada rasul-rasul Allah
§ Mampu meneladani sifat mulia Rasul-rasul Allah



Akhlak
4.    Membia-sakan berperilaku terpuji
4.1  Menjelaskan pengertian  taubat dan raja`

§ Mampu menjelaskan pengertian taubat
§ Mampu menjelaskan pengertian raja’





4.2  Menampilkan contoh-contoh perilaku taubat dan raja`

§ Mampu menunjukkan contoh-contoh perilaku taubat
§ Mampu menunjukkan contoh-contoh perilaku raja’




4.3  Membiasa-kan perilaku bertaubat dan  raja` dalam kehidupan sehari hari

§ Terbiasa berperilaku bertaubat dan raja’ dalam kehidupan sehari-hari.



Fikih
5.    Memahami hukum  Islam  tentang Mu’amalah
5.1  Menjelaskan  asas-asas transaksi ekonomi dalam Islam

§ Mampu menjelaskan ketentuan hukum jual beli.
§ Mampu mengemukakan dalil tentang dalil tentang jual beli.
§ Menjelaskan macam-macam jual beli.




5.2  Memberikan contoh transaksi ekonomi dalam Islam 
§ Mampu memberikan contoh-contoh transaksi ekonomi dalam Islam.
§ Mempraktekkan tentang transaksi ekonomi dalam Islam




5.3  Menerapkan  transaksi ekonomi Islam dalam kehidupan sehari-hari

§ Mampu menerapkan transaksi ekonomi Islam dalam jual beli
§ Mampu menerapkan transaksi ekonomi Islam dalam simpan pinjam
§ Mampu menerapkan transaksi ekonomi Islam dalam sewa menyewa



Tarikh dan Kebudayaan Islam
6.    Memahami perkembangan Islam pada abad pertengahan ( 1250 – 1800 )
6.1  Menjelaskan perkembangan Islam pada  abad pertengahan

§ Mampu menjelaskan perkembangan Islam di bidang ilmu pengetahuan dan peradaban pada abad pertengahan.
§ Mampu menjelaskan manfaat dari sejarah perkembangan Islam pada abad pertengahan





6.2  Menyebut-kan contoh peristiwa perkembangan Islam pada abad pertengahan

§ Mampu menyebutkan beberapa contoh peristiwa perkembangan Islam pada abad pertengahan.
§ Mampu menjelaskan manfaat dari contoh peristiwa perkembangan Islam pada abad  pertengahan



Jumlah





Mengetahui
Kepala Sekolah



Drs. Akhsanudin AS
NIP: 1961 1002 198703 1 003

Pekalongan , 5 Juli 2011
Guru Bidang Studi



Drs.  Pasrum Affandi
NIP/NIK: 1115 6790 668 216

 

PEMETAAN SK, KD DAN ASPEK
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)


Sekolah                     : SMA Muhamammadiyah 1 Pekajangan
Mata Pelajaran        : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester    : XI / 2
Tahun Ajaran          : 20 .....  / 20 .....

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
Aspek
Ket
Penguasaan Konsep dan Nilai-nilai
Penerapan
Al-Qur’an
7.    Memahami ayat-ayat   Al Qur’an tentang perintah menjaga kelestarian lingkungan hidup
7.1   Membaca Q.S. Ar Rum: 41- 42, Q.S. Al-A’raf: 56-58, dan Q.S. Ash Shad: 27

§ Mampu membaca Al-Qur’an surat Ar-Rum;41-42, Al-A’raf;56-58, As-Shad; 27 dengan baik dan benar
§ Mampu mengidentifikasi tajwid Al-Qur’an surat Ar-Rum;41-42, Al-A’raf;56-58, As-Shad; 27 dengan benar.





7.2   Menjelaskan arti  Q.S. Ar Rum: 41- 42, Q.S. Al-A’raf: 56-58, dan Q.S. Ash Shad: 27

§ Mampu mengartikan per-kata Al-Qur’an surat Ar-Rum;41-42, Al-A’raf;56-58, As-Shad; 27
§ Mampu mengartikan per-ayat Al-Qur’an surat Ar-Rum;41-42, Al-A’raf;56-58, As-Shad; 27
§ Mampu menterjemahkan Al-Qur’an surat Ar-Rum;41-42, Al-A’raf;56-58, As-Shad; 27




7.3   Membiasa-kan perilaku menjaga kelestarian lingkungan hidup seperti terkandung dalam  Q.S. Ar Rum: 41- 42, Q.S. Al-A’raf: 56-58, dan Q.S. Ash Shad: 27

§ Mampu mengidentifikasi perilaku menjaga keslestarian lingkuingan hidup
§ Mampu mempraktikkan perilaku yang menunjukkan menjaga kelestarian lingkungan hidup.
§ Mampu menunjukkan perilaku yang menunjukkan menjaga kelestarian lingkungan hidup.



Akidah
8.    Meningkat-kan keimanan kepada Kitab-kitab Allah
8.1   Menampil-kan perilaku yang mencerminkan keimanan terhadap Kitab-kitab Allah

§ Menjelaskan pengertian iman kepada kitab-kitab Allah
§ Menunjukkan perilaku iman kepada  kitab-kitab Allah.





8.2   Menerapkan hikmah beriman kepada Kitab-kitab  Allah

§ Mampu menjelaskan hikmah beriman kepada Kitab-kitab Allah
§ Mampu menerapkan hikmah beriman kepada Kitab-kitab Allah



Akhlak
9.    Membiasa-kan perilaku terpuji
9.1   Menjelaskan pengertian dan maksud  menghargai karya orang lain
§ Mampu menjelaskan pengertian dan maksud menghargai karya orang lain.
§ Mampu menghargai karya orang lain.




9.2   Menampil-kan contoh  perilaku menghargai karya orang lain

§ Mampu menampilkan beberapa contoh perilaku yang menghargai karya orang lain.
§ Mampu menunjukkan contoh perilaku menghargai karya orang lain.




9.3   Membiasa-kan perilaku menghargai karya orang lain dalam kehidupan sehari-hari

§ Mampu menunjukkan perilaku menghargai karya orang lain.
§ Mampu membiasakan perilaku menghargai karya orang lain




Akhlak
10.   Menghin-dari perilaku tercela
10.1 Menjelaskan pengertian dosa besar

§ Mampu menjelaskan pengertian dosa..
§ Mampu menjelaskan pengertian dosa besar




10.2 Menyebut-kan contoh perbuatan dosa besar

§ Mampu menyebutkan beberapa contoh perbuatan dosa besar.
§ Mampu menyebutkan ciri-ciri perbuatan yang termasuk dosa besar.





10.3 Menghindari perbuatan dosa besar dalam kehidupan sehari-hari

§ Mampu menjelaskan cara-cara menghindari perbuatan dosa besar.
§ Mampu menghindarkan diri dari perbuatan dosa besar dalam kehidupan sehari-sehari.



Fikih
11.   Memahami ketentuan hukum Islam tentang pengurusan jenazah
11.1 Menjelaskan tatacara pengurusan jenazah

§ Mampu menjelaskan tata cara memandikan jenazah
§ Mampu menjelaskan tata cara mengkafani jenazah
§ Mampu menjelaskan tata cara menshalatkan jenazah
§ Mampu menjelaskan tata cara menguburkan jenazah




11.2 Mempera-gakan tatacara pengurusan jenazah

§ Mampu memperagakan tata cara memandikan jenazah
§ Mampu memperagakan tata cara mengkafani jenazah
§ Mampu memperagakan tata cara menshalatkan jenazah
§ Mampu memperagakan tata cara menguburkan jenazah



Fikih
12.   Memahami khutbah, tabligh, dan dakwah
12.1 Menjelaskan pengertian khutbah, tabligh, dan dakwah
§ Mampu menjelaskan pengertian khutbah.
§ Mampu menjelaskan pengertian tabligh
§ Mampu menjelaskan pengertian dakwah.




12.2 Menjelaskan tatacara khutbah, tabligh, dan dakwah

§ Mampu menjelaskan tata cara khutbah yang baik
§ Mampu menjelaskan tatacara tabligh yang baik
§ Mampu menjelaskan tatacara dakwah




12.3 Mempera-gakan khutbah, tabligh, dan dakwah

§ Mampu menyusun teks khutbah jumat dan dakwah.
§ Mampu memperagakan khutbah
§ Mampu memperagakan tabligh.
§ Mampu memperagakan dakwah



Tarikh dan Kebudayaan Islam
13.   Memahami perkembangan Islam pada masa modern (1800 – sekarang)
13.1 Menjelaskan perkembangan Islam pada masa modern

§ Mampu menjelaskan perkembangan Islam di bidang ilmu pengetahuan dan peradaban pada masa modern.
§ Mampu menjelaskan manfaat dari sejarah perkembangan Islam pada masa modern.




13.2 Menyebut-kan contoh peristiwa perkembangan Islam masa modern

§ Mampu menyebutkan beberapa contoh peristiwa perkembangan Islam pada masa modern.
§ Mampu menjelaskan manfaat dari contoh peristiwa perkembangan Islam pada masa modern.




Jumlah





Mengetahui
Kepala Sekolah



Drs. Akhsanudin AS
NIP: 1961 1002 198703 1 003

Pekalongan , 5 Juli 2011
Guru Bidang Studi



Drs.  Pasrum Affandi
NIP/NIK: 1115 6790 668 216

 

PEMETAAN SK, KD DAN ASPEK
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)


Sekolah                     : SMA Muhamammadiyah 1 Pekajangan
Mata Pelajaran        : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester    : XII / 1
Tahun Ajaran          : 20 .....  / 20 .....

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
Aspek
Ket
Penguasaan Konsep dan Nilai-nilai
Penerapan
Al-Qur’an
1.    Memaha-mi ayat-ayat al-Qur’an tentang anjuran bertoleransi
1.1  Membaca  Q.S. Al-Kafiruun, Q.S. Yunus: 40-41, dan Q.S. Al-Kahfi: 29

§ Mampu membaca Al-Qur’an surat Al Kafirun, Yunus: 40-41 dan Al Kahfi: 29 dengan baik dan benar
§ Mampu mengidentifikasi tajwid Q.S. Al Kafirun, Yunus: 40-41, dan Al Kahfi: 29 dengan benar





1.2  Menjelaskan arti  Q.S. Al-Kafiruun, Q.S. Yunus: 40-41, dan Q.S. Al-Kahfi: 29

§ Mampu mengartikan per-kata Al-Qur’an surat Al kafirun, Yunus : 40-41 dan Al Kahfi: 29.
§ Mampu mengartikan per-ayat  Al Kafirun, Yunus, 40-41, dan Al Kahfi: 29.
§ Mampu menterjemahkan Al-Qur’an surat Al Kafirun, Yunus: 40-41 dan Al Kahfi: 29.




1.3  Membiasa-kan perilaku bertoleransi seperti terkandung dalam Q.S. Al-Kafiruun, Q.S. Yunus: 40-41, dan Q.S. Al-Kahfi: 29

§ Mampu mengidentifikasi perilaku bertoleransi
§ Mampu mempraktikkan perilaku yang menunjukkan bertoleransi.
§ Mampu menunjukkan perilaku yang menunjukkan bertoleransi.



Al-Qur’an
2.    memaha-mi ayat-ayat al-Qur’an tentang etos kerja
2.1  Membaca Q.S. Al-Mujadalah: 11 dan Q.S. Al-Jumuah: 9-10

§ Mampu membaca Al-Qur’an surat Al Mujadalah: 11 dan Al Jumuah: 9-10 dengan baik dan benar
§ Mampu mengidentifikasi tajwid Al-Qur’an surat Al Mujadalah: 11 dan Al Jumuah: 9-10.




2.2  Menjelaskan arti Q.S. Al-Mujadalah: 11 dan Q.S. Al-Jumuah: 9-10

§ Mampu mengartikan perkata  Al-Qur’an surat Al Mujadalah: 11 dan Al Jumuah: 9-10.
§ Mampu mengartikan per-ayat  Al-Qur’an surat Al Mujadalah: 11 dan Al Jumuah: 9-10.
§ Mampu menterjemahkan Al-Qur’an surat Al Mujadalah: 11 dan Al Jumuah: 9-10




2.3  Membiasa-kan beretos kerja seperti terkandung dalam Q.S. Al-Mujadalah: 11, dan Q.S. Al-Jumuah: 9-10

§ Mampu mengidentifikasi perilaku etos kerja sesuai dengan Al-Qur’an surat Al Mujadalah: 11 dan Al Jumuah: 9-10.
§ Mampu mempraktikkan perilaku etos kerja seperti yang terkandung dalam Al-Qur’an surat Al Mujadalah: 11 dan Al Jumuah: 9-10.
§ Mampu menunjukkan perilaku etos kerja sesuai dengan Al-Qur’an surat Al Mujadalah: 11 dan Al Jumuah: 9-10

§  

Akidah
3.    Mening-katkan keimanan kepada Hari Akhir
3.1   Menampil-kan perilaku yang mencerminkan keimanan terhadap Hari Akhir

§ Mampu menjelaskan perilaku yang mencerminkan keimanan terhadap Hari Akhir.
§ Mampu menampilkan perilaku yang mencerminkan keimanan terhadap Hari Akhir.
§ Memperbanyak beribadah dan bertaubat dalam kehidupan sehari-hari




3.2   Menerapkan hikmah beriman kepada Hari Akhir

§ Menjelaskan hikmah beriman kepada Hari Akhir.
§ Mendeskripsikan hikmah beriman kepada hari akhir
§ Menerapkan hikmah beriman kepada Hari Akhir.



Akhlak
4.    Membia-sakan perilaku terpuji
4.1  Menjelaskan pengertian adil, rida, dan amal saleh

§ Mampu menjelaskan pengertian adil
§ Mampu menjelaskan pengertian rida
§ Mampu menjelaskan pengertian amal saleh.





4.2. Menampil-kan contoh perilaku adil, rida, dan amal saleh

§ Menampilkan contoh perilaku adil.
§ Menampilkan contoh perilaku rida.
§ Menampilkan contoh perilaku amal saleh.




4.3   Membiasa-kan perilaku adil, rida, dan amal saleh dalam kehidupan sehari-hari

§ Menunjukkan perilaku adil.
§ Menunjukkan perilaku rida.
§ Menunjukkan perilaku amal saleh.




Fikih
5.    Memahami hukum Islam tentang Hukum Keluarga
5.1  Menjelaskan  ketentuan hukum  perkawinan dalam Islam

§ Menjelaskan ketentuan hukum Islam tentang nikah
§ Menjelaskan hukum Islam tentang talak
§ Menjelaskan hukum Islam tentang  ruju’.




5.2  Menjelaskan hikmah perkawinan

§ Menjelaskan hikmah nikah
§ Menjelaskan hikmah talak
§ Menjelaskan hikmah ruju’.




5.3  Menjelaskan ketentuan perkawinan menurut perundang-undangan di Indonesia

§ Menjelaskan ketentuan perkawinan menurut perundang-undangan tentang perkawinan di Indonesia.
§ Menguraikan kompilasi hukum tentang perkawinan di Indonesia.



Tarikh dan Kebudayaan Islam
6.    Memahami perkembangan Islam di Indonesia
6.1  Menjelaskan perkembangan Islam di Indonesia

§ Mampu menjelaskan masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia
§ Mampu menguraikan manfaat yang dapat diambil dari sejarah perkembangan Islam di Indonesia.




6.2  Menampilkan contoh perkembangan Islam di Indonesia

§ Mampu menentukan ciri-ciri  perkembangan Islam di Indonesia
§ Mampu menunjukkan contoh-contoh perkembangan Islam di  Indonesia




6.3  Mengambil hikmah dari perkembangan Islam di Indonesia

§ Mampu mengidentifikasi hikmah  perkembangan Islam di Indonesia.
§ Mampu menjelaskan hikmah perkembangan Islam di Indonesia.



Jumlah





Mengetahui
Kepala Sekolah



Drs. Akhsanudin AS
NIP: 1961 1002 198703 1 003

Pekalongan , 5 Juli 2011
Guru Bidang Studi



Drs.  Pasrum Affandi
NIP/NIK: 1115 6790 668 216

 

PEMETAAN SK, KD DAN ASPEK
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)


Sekolah                     : SMA Muhamammadiyah 1 Pekajangan
Mata Pelajaran        : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester    : XII / 2
Tahun Ajaran          : 20 .....  / 20 .....

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
Aspek
Ket
Penguasaan Konsep dan Nilai-nilai
Penerapan
Al-Qur’an
7.    Memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang pengembangan IPTEK
7.1   Membaca  Q.S. Yunus:101 dan Q.S. Al-Baqarah: 164

§ Mampu membaca  Q.S. Yunus: 101 dan Al-Baqarah: 164 dengan baik dan benar.
§ Mampu mengidentifikasi tajwid Q.S. Yunus: 101 dan Al-Baqarah: 164.




7.2  Menjelaskan arti  Q.S. Yunus: 101 dan Q.S.  Al-Baqarah: 164

§ Mampu mengartikan per-kata Q.S. Yunus: 101 dan Al-Baqarah: 164
§ Mampu mengartikan per-ayat Q.S. Yunus: 101 dan Al-Baqarah: 164.
§ Mampu menterjemahkan Q.S. Yunus: 101 dan Al Baqarah: 164




7.3  Melakukan pengembangan iptek seperti terkandung dalam Q.S. Yunus: 101 dan Q.S.  Al-Baqarah: 164

§ Mampu menggali kandungan Al-Qur’an tentang pengembangan IPTEK
§ Menerapkan Al-Qur’an surat Yunus: 101 dan Al Baqarah: 164 tentang pengembangan IPTEK



Akidah
8.    Mening-katkan keimanan kepada Qadha’ dan Qadar
8.1   Menjelaskan tanda-tanda keimanan kepada qadha’ dan qadar

§ Menjelaskan pengertian qadha dan qadar.
§ Menjelaskan pengertian keimanan kepada qadha dan qadar.
§ Mampu menjelaskan tanda-tanda keimanan kepada qadha dan qadar.




8.2   Menerapkan hikmah beriman kepada qadha’ dan qadar

§ Menjelaskan hikmah beriman kepada qadha dan qadar.
§ Menunjukkan perilaku ikhtiar dan tawakkal dalam kehidupan sehari-hari.



Akhlak
9.    Membia-sakan perilaku terpuji
9.1  Menjelaskan pengertian dan maksud persatuan dan kerukunan

§ Mampu menjelaskan pengertian dan maksud persatuan.
§ Mampu menjelaskan pengertian dan maksud kerukunan.




9.2  Menampil-kan contoh perilaku  persatuan dan kerukunan

§ Mampu menunjukkan contoh perilaku persatuan.
§ Mampu menunjukkan contoh perilaku  kerukunan




9.3  Membiasa-kan perilaku persatuan dan kerukunan dalam kehidupan sehari-hari
§ Membiasakan perilaku persatuan dalam kehidupan sehari-hari.
§ Menunjukkan perilaku rukun dalam pergaulan.



Akhlak
10. Menghin-dari perilaku tercela
10.1 Menjelaskan pengertian  isyrof, tabzir, ghibah, dan fitnah

§ Mampu menjelaskan pengertian isyrof
§ Mampu menjelaskan pengertian tabzir
§ Mampu menjelaskan pengertian ghibah.
§ Mampu menjelaskan pengertian fitnah




10.2     Menjelaskan contoh  perilaku  isyrof, tabzir, ghibah, dan fitnah

§ Mampu menjelaskan contoh perilaku isyrof
§ Mampu menjelaskan contoh perilaku tabzir
§ Mampu menjelaskan contoh perilaku ghibah
§ Mampu menjelaskan contoh perilaku fitnah




10.3     Menghindari perilaku isyraf, tabzir, ghibah, dan fitnah dalam kehidupan sehari-hari

§ Mampu menghindari perilaku isyraf.
§ Mampu menghindari perilaku tabzir
§ Mampu menghindari perilaku ghibah
§ Mampu menghindari prilaku fitnah
§ Mampu menunjukkan akibat dari isyraf, tabzir, ghibah dan fitnah



Fikih
11.  Memaha-mi hukum Islam tentang Waris
11.1 Menjelaskan ketentuan-ketentuan hukum waris

§ Mampu menjelaskan ketentuan hukum waris
§ Mampu menjelaskan tentang ahli waris
§ Mampu menjelaskan pembagian masing-masing ahli waris.




11.2 Menjelaskan contoh pelaksanaan hukum waris

§ Menyebutkan contoh pelaksanaan hukum waris yang terdapat dalam undang-undang waris
§ Memperagakan cara-cara menghitung pembagian warisan secara Islam



Tarikh dan Kebudayaan Islam
12.  Memahami perkembangan Islam di dunia
12.1 Menjelaskan perkembangan Islam di dunia

§ Mampu menjelaskan perkembangan Islam di dunia
§ Mampu mengidentifikasi manfaat yang dapat diambil dari sejarah perkembangan Islam di dunia.




12.2 Menampil-kan contoh perkembangan Islam di dunia

§ Menjelaskan contoh perkembangan Islam di dunia
§ Mampu memberikan contoh perkembangan Islam di dunia




12.3 Mengambil hikmah dari perkembangan Islam di dunia

§ Mampu mengidentifikasi hikmah  perkembangan Islam di dunia.
§ Mampu menjelaskan hikmah perkembangan Islam di dunia.



Jumlah





Mengetahui
Kepala Sekolah



Drs. Akhsanudin AS
NIP: 1961 1002 198703 1 003

Pekalongan , 5 Juli 2011
Guru Bidang Studi



Drs.  Pasrum Affandi
NIP/NIK: 1115 6790 668 216